Ringkasan: Matt Corallo, ko-penulis BIP-54, menaksir peluang 80 persen bahwa “Great Consensus Cleanup” menjadi soft fork Bitcoin berikutnya. Angka itu adalah perkiraan pribadi, bukan keputusan komunitas. Belum ada tanggal atau mekanisme aktivasi, dan sebagian pengembang memperkirakan 2028 atau lebih lambat.
Matt Corallo taksir 80 persen BIP-54 jadi soft fork Bitcoin berikutnya. Pernyataan itu ia sampaikan di program MARA Foundation TV. Tapi apa sebenarnya isi BIP-54? Mengapa pengembang Bitcoin ramai membahasnya, dan apa artinya bagi penambang, operator node, dan pengguna?
Panduan ini merangkum isi proposal, status terbarunya, kritik yang muncul, dan hal yang masih belum diketahui. Semua klaim diberi atribusi sumber.
Apa Arti Taksiran 80 Persen Matt Corallo untuk BIP-54?

BIP-54, atau Consensus Cleanup, adalah proposal soft fork Bitcoin yang menambal empat kelemahan lama pada aturan konsensus. Corallo menaksir peluang 80 persen proposal ini menjadi soft fork berikutnya setelah Taproot. Taksiran itu bukan jadwal resmi dan bukan jaminan aktivasi.
Soft fork adalah perubahan aturan yang kompatibel ke belakang. Menurut penjelasan Spark, BIP-54 hanya memperketat aturan yang ada dan tidak memperluas apa yang diizinkan protokol. Menurut laporan Phemex, proposal ini tidak mengubah model ekonomi atau jadwal suplai Bitcoin.
Siapa Matt Corallo dan Dari Mana Angka 80 Persen Berasal?
Corallo adalah pengembang Bitcoin lama dan ko-penulis BIP-54. Dokumen BIP mencantumkan dua penulis: Antoine Poinsot dan Matt Corallo.
Angka 80 persen berasal dari wawancaranya dengan Isabel Foxen Duke, kepala MARA Foundation, di MARA Foundation TV. Unchained dan Decrypt (lewat kutipan ChainCatcher) melaporkan taksiran yang sama. Corallo menyebut BIP-54 sebagai paket yang “fixes some stuff that everyone agrees are problems”, menurut Unchained.
Ini perlu dibaca dengan benar. Angka tersebut adalah probabilitas subjektif dari satu pengembang. Bitcoin tidak punya badan pemungutan suara. Perubahan konsensus butuh dukungan luas dari pengembang, penambang, bursa, dan operator node.
Empat Celah yang Ditambal BIP-54

Laporan Phemex merangkum empat sasaran BIP-54: serangan time warp, blok “racun” yang lambat divalidasi, cacat transaksi 64 byte pada pohon Merkle, dan risiko transaksi coinbase duplikat. Semuanya sudah ada sejak protokol diluncurkan pada 2009.
| # | Celah | Perbaikan BIP-54 | Siapa yang paling terdampak |
| 1 | Time warp (manipulasi timestamp) | Batas timestamp di pergantian periode kesulitan | Penambang |
| 2 | Blok lambat divalidasi | Maksimum 2.500 sigops legacy per transaksi | Node dan penambang |
| 3 | Ambiguitas pohon Merkle | Transaksi 64 byte dinyatakan tidak valid | Klien SPV, pengembang |
| 4 | Coinbase duplikat | nLockTime coinbase diisi tinggi blok dikurangi satu | Perangkat lunak mining pool |
Sumber: teks BIP-54 di repositori bitcoin/bips, ringkasan Spark, dan panduan ViaBTC.
1. Time warp: difficulty bisa ditekan turun
Bitcoin menyesuaikan tingkat kesulitan mining setiap 2.016 blok. Menurut Spark, algoritma ini tidak membatasi timestamp blok pertama periode baru terhadap blok terakhir periode sebelumnya. Penyerang dengan mayoritas hashrate bisa memanfaatkan celah itu.
Teks BIP-54 menyatakan serangan ini memungkinkan penambang menurunkan difficulty ke minimum dalam 38 hari sejak serangan dimulai. Efeknya laju blok meningkat jauh dari target sepuluh menit.
Aturan barunya: pada tinggi blok kelipatan 2.016, timestamp tidak boleh lebih rendah dari timestamp blok sebelumnya dikurangi 7.200 detik. Menurut Spark, blok terakhir tiap periode juga tidak boleh punya timestamp lebih awal daripada blok pertama periode yang sama. Ini menutup varian yang dikenal sebagai serangan Murch–Zawy.
Versi awal proposal memakai masa toleransi 600 detik. Poinsot menjelaskan di milis bitcoindev bahwa versi terbaru memakai 7.200 detik.
2. Blok “racun” yang lambat divalidasi
Beberapa skrip lama bisa memaksa node menghitung operasi tanda tangan dalam jumlah sangat besar. BIP-54 membatasi 2.500 sigops legacy per transaksi. Menurut teks BIP, angka itu dipilih sebagai nilai terketat yang tidak membatalkan transaksi standar non-patologis.
Menurut Spark, batas ini memangkas waktu validasi blok terburuk sekitar 40 kali. Transaksi SegWit, yang disebut sekitar 90 persen dari seluruh transaksi, tidak terdampak.
3. Transaksi 64 byte dan pohon Merkle
Dalam pohon Merkle, transaksi 64 byte bisa ditafsirkan sebagai simpul dalam. Teks BIP menjelaskan bahwa celah ini bisa dipakai untuk menipu verifier SPV agar menerima bukti inklusi transaksi yang sebenarnya tidak ada di blok.
BIP-54 menyatakan semua transaksi dengan ukuran 64 byte (tanpa data witness) tidak valid. Transaksi seperti ini sudah non-standar sejak 2019, dan Bitcoin Core 0.16.1 ke atas tidak merelay atau membuatnya di block template. Menurut BIP, transaksi 64 byte hanya bisa berisi skrip yang bisa dibelanjakan siapa saja atau skrip pembakar dana.
4. Transaksi coinbase duplikat
BIP-30 saat ini mencegah transaksi coinbase duplikat lewat pemeriksaan khusus. BIP-54 menggantinya dengan aturan struktural. Menurut ViaBTC dan teks BIP, nLockTime pada coinbase harus sama dengan tinggi blok dikurangi satu, dan nSequence tidak boleh 0xffffffff.
Karena nLockTime selama ini tidak dipakai di coinbase, dampak praktisnya kecil. Menurut BIP, pemeriksaan BIP-30 bisa dilewati sepenuhnya setelah aktivasi. Aturan ini paling terasa bagi pembuat perangkat lunak mining pool.
Mengapa BIP-54 Disebut “Latihan” untuk Soft Fork Berikutnya

Alasan Corallo tidak hanya teknis. Menurut Unchained, ia menilai BIP-54 bisa menjadi buku panduan aktivasi yang dipakai ulang. Soft fork terakhir yang aktif adalah Taproot pada November 2021.
Corallo mencatat bahwa setiap soft fork belakangan ini diwarnai perdebatan soal mekanisme aktivasi. Idenya: selesaikan perdebatan itu sekali lewat perubahan yang disepakati luas, lalu pakai ulang prosesnya. Pengembang yang belum pernah melewati soft fork juga dapat pengalaman langsung.
Ini argumen proses, bukan argumen fitur. Ia sekaligus menjelaskan mengapa taksiran 80 persen itu menarik: yang dipertaruhkan adalah kebiasaan komunitas mengubah aturan.
Kritik: Apakah “Sekadar Bersih-Bersih” Cukup?

Tidak semua orang bersemangat. Menurut Phemex, Paul Sztorc dari LayerTwo Labs menyebut proposal ini hanya “cleanup work” yang tidak menambah fitur baru. Crypto.news melaporkan bahwa sebagian pengembang mempertanyakan apakah Bitcoin sebaiknya memprioritaskan perawatan dibanding fitur baru.
Sztorc juga menyurvei pengembang di TABconf, Atlanta. Menurut laporan Bcointalk, mayoritas responden memperkirakan BIP-54 menjadi soft fork berikutnya. Perkiraan paling awal adalah September 2027, sedangkan kebanyakan menyebut 2028 atau lebih lambat.
Pro dan kontra ringkasnya begini:
- Pendukung: celah dikenal luas, tidak mengubah ekonomi Bitcoin, dan bisa membangun pola aktivasi.
- Pengkritik: tidak menambah fungsi baru, dan waktu pengembang terbatas.
Status dan Jadwal per 5 November 2026

| Waktu | Peristiwa | Sumber |
| Maret 2019 | Corallo menyusun draf pertama Great Consensus Cleanup | Crypto Briefing |
| November 2021 | Taproot aktif, soft fork terakhir | Unchained |
| 11 April 2025 | BIP-54 resmi mendapat nomor | Teks BIP |
| 2025 | Test vector digabung ke repositori | Phemex |
| Februari 2026 | Pengujian di Bitcoin Inquisition Signet dimulai | Phemex |
| 24 Juli 2026 | Pull request #35793 di Bitcoin Core: aturan BIP-54 diimplementasikan, hanya aktif di regtest | Mirror b10c |
| Saat ini | Metode dan tanggal aktivasi mainnet belum diputuskan | Spark, Bloomingbit |
Pull request #35793 patut dicermati. Penulisnya, darosior, menyatakan aturan hanya diaktifkan di regtest. Aktivasi mainnet, jika ada, dibahas terpisah.
Dua mining pool, MARA Pool dan ViaBTC, sudah memproduksi coinbase yang kompatibel dengan BIP-54 di mainnet. Menurut Phemex dan Spark, langkah itu sukarela.
Yang Perlu Disiapkan Operator Mining Pool dan Node

Bagian ini bersumber dari panduan ViaBTC dan laporan BitBase. Aktivasi belum terjadi, jadi ini persiapan, bukan kewajiban.
- Baca teks BIP-54 lengkap. Spesifikasinya ada di repositori bitcoin/bips dan di bips.dev/54.
- Periksa pembuat coinbase. Pool perlu memastikan nLockTime dan nSequence memenuhi aturan baru.
- Gunakan timestamp dari template. ViaBTC menyarankan memakai field curtime atau mintime dari getblocktemplate.
- Cek versi Bitcoin Core. BitBase melaporkan versi 29.0 dan 30.0 sudah memuat perlindungan block template yang kompatibel dengan sebagian pembatasan.
- Pantau keputusan aktivasi. Belum ada metode dan tanggal. Jangan bertindak atas rumor.
Relevansi bagi Pembaca Indonesia

Perubahan konsensus Bitcoin berdampak global. Pembaca Indonesia yang ingin memahami konteks adopsi lokal bisa membaca ulasan kami soal pengguna kripto di Indonesia 2026 dan skala pengguna internet Indonesia.
Soal cara celah keamanan dibicarakan di kawasan ini, lihat juga pembahasan kami tentang eksploit di Indonesia dan ASEAN.
Bagi pemegang Bitcoin biasa, tidak ada sumber di atas yang menyebut tindakan khusus yang harus dilakukan sekarang. Perubahan ini menyasar aturan konsensus yang dijalankan penambang dan node.
FAQ: Matt Corallo, BIP-54, dan Soft Fork Bitcoin
Apa itu BIP-54?
BIP-54, atau Consensus Cleanup, adalah proposal soft fork Bitcoin yang menambal empat kelemahan aturan konsensus: time warp, blok lambat divalidasi, ambiguitas pohon Merkle akibat transaksi 64 byte, dan risiko coinbase duplikat. Proposal ini ditulis Antoine Poinsot dan Matt Corallo.
Kapan BIP-54 akan aktif?
Belum ada tanggal. Menurut survei Paul Sztorc di TABconf yang dilaporkan Bcointalk, perkiraan paling awal September 2027, dan kebanyakan responden menyebut 2028 atau lebih lambat. Metode aktivasinya pun belum diputuskan.
Apakah 80 persen berarti BIP-54 pasti aktif?
Tidak. Angka itu taksiran pribadi Matt Corallo di MARA Foundation TV. Aktivasi butuh konsensus luas dan belum ada keputusan resmi.
Apakah BIP-54 mengubah suplai Bitcoin?
Tidak menurut laporan Phemex. Proposal ini tidak mengubah model ekonomi, jadwal suplai, atau struktur token, dan bertujuan mengurangi permukaan serangan.
Ditulis oleh tim redaksi sealemlab.