Administrasi Trump secara resmi melonggarkan pembatasan ekspor chip Nvidia H200 ke China melalui regulasi yang dipublikasikan oleh Departemen Perdagangan AS pada 14 Januari 2026. Keputusan ini mengakhiri larangan yang diberlakukan di akhir era Biden dan membuka peluang baru dalam persaingan teknologi AI global.
Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa Nvidia diizinkan menjual chip H200 – generasi sebelum lineup Blackwell yang lebih canggih – ke China, dengan pemerintah AS mengambil seperempat dari pendapatan. Kebijakan serupa juga akan diterapkan untuk AMD, Intel, dan perusahaan teknologi Amerika lainnya.
Mengapa Kebijakan Ini Penting?

Departemen Perdagangan AS mengonfirmasi bahwa prosesor AI H200 Nvidia dapat dikirim ke China, dengan syarat volume pengiriman ke China tidak melebihi 50% dari penjualan domestik AS. Pembatasan ini efektif mulai Kamis, 16 Januari 2026.
Bagi Indonesia yang sedang mengembangkan ekosistem AI, kebijakan ini memiliki implikasi signifikan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Nezar Patria menyatakan Indonesia memiliki cadangan pasir silika sekitar 340 juta ton, bahan baku utama untuk memproduksi wafer silikon yang menjadi dasar chip dan semikonduktor.
Detail Kebijakan Ekspor Chip H200

Persyaratan dan Batasan
Menurut regulasi, chip akan ditinjau oleh laboratorium pengujian pihak ketiga untuk mengonfirmasi kemampuan teknis AI mereka sebelum dapat dikirim ke China. Berikut detail persyaratannya:
Batasan Volume:
- China tidak dapat menerima lebih dari 50% dari total chip yang dijual ke pelanggan Amerika
- Nvidia bersiap mengirimkan hingga 80.000 chip AI H200 ke China sebelum libur Tahun Baru Imlek, dijadwalkan pertengahan Februari dan akan diambil dari inventaris yang ada
Proses Verifikasi:
- Setiap pengiriman ke China harus melalui verifikasi laboratorium independen berkantor pusat di AS
- Pelanggan harus disetujui dan divetting oleh Departemen Perdagangan
Pembagian Pendapatan:
- Presiden Donald Trump mengatakan bahwa 25% dari penjualan chip akan dibayarkan kepada pemerintah AS sebagai bagian dari kesepakatan
Chip yang Termasuk dan Dikecualikan
Diizinkan untuk Ekspor:
- Nvidia H200 (prosesor AI paling canggih kedua)
- Produk AMD dan Intel dengan tingkat kemajuan serupa
Tetap Dilarang:
- Blokade tetap berlaku untuk chip generasi Blackwell milik Nvidia saat ini, yang akan diganti di paruh kedua 2026 dengan chip Rubin yang lebih canggih
Konteks Historis: Dari Biden ke Trump

Era Biden: Pembatasan Ketat
H200 awalnya dikenakan pembatasan ekspor ke China pada Januari 2025, di hari-hari terakhir Administrasi Biden, sebagai bagian dari AI Diffusion Rule yang bertujuan membatasi akses negara lain terhadap teknologi canggih Amerika.
Perubahan Kebijakan Trump
Presiden Xi Jinping “merespons positif” terhadap proposal tersebut, menurut pernyataan Trump di Truth Social. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan berbeda dalam persaingan teknologi AS-China.
Implikasi untuk Industri Teknologi

Respons Nvidia
“Kami mengapresiasi keputusan Presiden Trump untuk memungkinkan industri chip Amerika bersaing guna mendukung pekerjaan bergaji tinggi dan manufaktur di Amerika,” kata Nvidia dalam pernyataan resmi.
“Menawarkan H200 kepada pelanggan komersial yang disetujui, yang divetting oleh Departemen Perdagangan, menciptakan keseimbangan bijaksana yang bagus untuk Amerika,” tambah juru bicara Nvidia.
Permintaan Pasar China
Reuters melaporkan pada akhir Desember bahwa perusahaan teknologi China telah memesan lebih dari 2 juta chip H200 untuk tahun 2026, melebihi inventaris Nvidia yang berjumlah 700.000 prosesor tersebut.
Strategi Indonesia dalam Persaingan Chip Global

Potensi Sumber Daya Alam
Indonesia saat ini hanya dapat mengekspor pasir silika mentah ke China, negara-negara Eropa, dan Jepang, di mana bahan tersebut diproses. Wakil Menteri Nezar menekankan pentingnya hilirisasi agar Indonesia dapat benar-benar masuk ke rantai pasok global.
Investasi Infrastruktur Digital
Pemerintah fokus meningkatkan investasi dan perdagangan di sektor semikonduktor dan AI, dengan pendirian pusat data di Zona Ekonomi Khusus Nongsa disorot sebagai tonggak penting dalam memperkuat infrastruktur teknologi Indonesia.
Proyeksi Pertumbuhan AI Indonesia
Adopsi AI dapat menambahkan hingga US$140 miliar ke PDB Indonesia pada tahun 2030, mendorong pertumbuhan tahunan hingga 6,8 persen dan mempercepat jalur negara menuju status berpenghasilan tinggi pada tahun 2041, atau bahkan 2038 dalam skenario terbaik, menurut laporan Empowering Indonesia 2025 dari Indosat Ooredoo Hutchison.
Laporan tersebut memperkirakan bahwa ekonomi terbesar di Asia Tenggara akan membutuhkan sekitar $3,2 miliar investasi pada tahun 2030 untuk memenuhi kebutuhan komputasi nasional dan $968 juta lagi untuk melatih 400.000 talenta digital.
Kontroversi dan Kekhawatiran Keamanan
Posisi Hawks Keamanan Nasional
Hawks pertahanan Amerika khawatir bahwa China dapat menggunakan chip Nvidia untuk memajukan ambisi militernya. Trump mengatakan pada hari Senin bahwa penjualan akan tunduk pada “kondisi yang memungkinkan Keamanan Nasional yang tetap kuat”.
Argumen Pro-Ekspor
Administrasi Trump, yang dipimpin oleh White House AI czar David Sacks, berpendapat bahwa mengirimkan chip AI canggih ke China dapat mencegah kompetitor China – seperti Huawei yang banyak dikucilkan – dari menggandakan upaya untuk mengejar desain chip paling canggih milik Nvidia dan AMD.
Respons China
Menurut laporan The Information pada hari Selasa, pemerintah China telah mengindikasikan bahwa mereka hanya akan menyetujui pesanan chip H200 dalam keadaan luar biasa, seperti untuk laboratorium penelitian dan pengembangan universitas, yang berpotensi membatasi adopsi komersial meskipun ada persetujuan ekspor AS.
Perbandingan dengan Kesepakatan Sebelumnya
Ini tidak jauh berbeda dengan kesepakatan dari awal tahun ini di mana Nvidia dan AMD setuju memberikan AS 15% dari penjualan chip H20 yang kurang canggih ke China sebagai imbalan atas lisensi ekspor.
Perbedaan Utama:
- H20 Deal: 15% untuk pemerintah AS
- H200 Deal: 25% untuk pemerintah AS
- H200 memiliki kemampuan AI yang jauh lebih tinggi dibanding H20
Dampak Regional Asia-Pasifik
Persetujuan ekspor chip H200 Nvidia membawa implikasi signifikan untuk adopsi AI enterprise di kawasan Asia-Pasifik, di mana perusahaan teknologi China, operator pusat data, dan penyedia cloud telah menghadapi kendala di bawah pembatasan semikonduktor AS.
Peluang untuk Indonesia
Dengan melonggarnya pembatasan ekspor chip AS, Indonesia memiliki peluang untuk:
- Mempercepat Pengembangan AI: Akses lebih mudah ke teknologi AI canggih untuk proyek-proyek nasional
- Posisi Strategis: Sebagai negara netral dalam persaingan AS-China, Indonesia dapat menjadi hub teknologi regional
- Hilirisasi Sumber Daya: Memanfaatkan momentum untuk mengembangkan industri semikonduktor domestik
Baca Juga BFN 2025 Fintech Bank Kolaborasi QRIS Global
Proyeksi Pasar AI Chip Indonesia
Pasar AI Chip Indonesia diproyeksikan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 20% dari 2024 hingga 2034.
Faktor Pendorong Pertumbuhan:
- Adopsi AI yang meningkat di berbagai industri
- Kemajuan teknologi semikonduktor
- Proliferasi big data
- Permintaan edge computing yang terus berkembang
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebijakan Ekspor Chip H200
1. Apa itu chip Nvidia H200?
H200 adalah prosesor AI paling canggih kedua milik raksasa chip AS Nvidia, yang dapat dikirim ke China dengan kondisi tertentu termasuk pengiriman ke China tidak boleh melebihi setengah dari jumlah yang dijual secara domestik.
2. Mengapa Trump mengizinkan ekspor chip ke China?
Administrasi Trump percaya bahwa pembatasan ekspor yang terlalu ketat hanya akan menyerahkan pangsa pasar kepada kompetitor tanpa secara signifikan memperlambat pengembangan AI China, mengingat dorongan Beijing untuk kemandirian semikonduktor.
3. Berapa banyak chip H200 yang akan diekspor ke China?
Nvidia bersiap mengirimkan hingga 80.000 chip AI H200 ke China sebelum libur Tahun Baru Imlek, dengan perusahaan teknologi China telah memesan lebih dari 2 juta chip H200 untuk tahun 2026.
4. Apakah ada pembatasan dalam kebijakan ini?
Ya, beberapa pembatasan utama termasuk: volume ekspor tidak boleh melebihi 50% penjualan domestik AS, setiap pengiriman harus melalui verifikasi laboratorium pihak ketiga, dan pemerintah AS mengambil 25% dari pendapatan penjualan.
5. Bagaimana dampaknya untuk Indonesia?
Untuk Indonesia yang sedang mengembangkan ekosistem AI, kebijakan ini dapat mempermudah akses teknologi AI canggih, dengan proyeksi adopsi AI dapat menambahkan hingga US$140 miliar ke PDB Indonesia pada tahun 2030.
6. Apakah chip Blackwell dan Rubin juga akan diekspor?
Tidak. Blokade tetap berlaku untuk chip generasi Blackwell milik Nvidia saat ini, yang akan diganti di paruh kedua 2026 dengan chip Rubin yang lebih canggih.
7. Kapan kebijakan ini mulai berlaku?
Pembatasan baru ini mulai berlaku pada Kamis, 16 Januari 2026.
Navigasi Era Baru Persaingan Teknologi
Keputusan Trump untuk mengizinkan ekspor chip H200 Nvidia ke China menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan teknologi AS. Bagi Indonesia, ini adalah momentum strategis untuk:
- Mempercepat adopsi AI dengan akses lebih mudah ke teknologi canggih
- Mengembangkan industri semikonduktor domestik melalui hilirisasi pasir silika
- Memposisikan diri sebagai pemain regional dalam ekosistem AI global
- Memanfaatkan investasi untuk membangun infrastruktur dan talenta digital
Dengan proyeksi kontribusi AI hingga US$140 miliar ke PDB pada 2030, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan dinamika geopolitik teknologi ini demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sumber Referensi:
- Axios – Trump: Nvidia can sell H200 chips to China for 25% U.S. share (Desember 2025)
- Euronews – President Trump again eases restrictions on H200 chip exports to China (14 Januari 2026)
- CNBC – Trump greenlights Nvidia H200 AI chip sales to China (Desember 2025)
- Reuters via NewsNation – Trump gives green light to Nvidia H200 chip exports to China (14 Januari 2026)
- Council on Foreign Relations – The Consequences of Exporting Nvidia’s H200 Chips to China (Desember 2025)
- TechWire Asia – Trump administration approves Nvidia H200 chip exports to China (14 Januari 2026)
- South China Morning Post – US government approves Nvidia H200 chip exports to China (14 Januari 2026)
- Tom’s Hardware – Nvidia prepares shipment of 82,000 AI GPUs to China (Desember 2025)
- ANTARA News – Indonesia urged to join global chip supply chain (Desember 2025)
- Jakarta Post via Asian News Network – AI rules pushed to 2026 (Oktober 2025)
- Indosat Ooredoo Hutchison – Empowering Indonesia 2025 Report