5 neuromorphic chip AI revolusi komputasi 2026 adalah prosesor berbasis arsitektur otak manusia yang memproses informasi melalui spiking neural networks (SNN)—hanya aktif saat ada input bermakna. Menurut Intel Newsroom (2024), sistem berbasis Loihi 2 melakukan inferensi AI 50x lebih cepat dari CPU/GPU dengan konsumsi energi 100x lebih rendah. Chip terdepan 2026 mencakup Intel Loihi 3, IBM NorthPole, BrainChip Akida 2.0, Intel Hala Point, dan IBM TrueNorth.
Industri AI global sedang menghadapi krisis energi yang nyata. Konsumsi listrik AI diproyeksikan mencapai 134 TWh per tahun—setara total penggunaan energi seluruh negara Swedia (TokenRing Research/FinancialContent, Januari 2026). Di sinilah neuromorphic chip tampil bukan sebagai evolusi, melainkan pergeseran paradigma fundamental dari komputasi konvensional.
Dalam pengalaman saya mengikuti perkembangan AI hardware selama 5 tahun terakhir, tidak ada momentum yang lebih kuat dari awal 2026 ini: Intel meluncurkan Loihi 3, IBM memindahkan NorthPole ke produksi penuh, dan BrainChip meraih lisensi NASA. Bagi pengembang dan peneliti di Indonesia, ini bukan sekadar berita—ini peluang nyata.
Apa Itu 5 Neuromorphic Chip AI Revolusi Komputasi 2026?

5 neuromorphic chip AI revolusi komputasi 2026 adalah prosesor yang meniru arsitektur neuron biologis menggunakan spiking neural networks (SNN). Berbeda dari chip konvensional berbasis arsitektur Von Neumann yang memisahkan memori dan komputasi, neuromorphic chip mengintegrasikan keduanya dalam satu unit. Menurut IBM Research (2023, dipublikasikan di jurnal Science), pendekatan ini memungkinkan penghapusan total “Von Neumann bottleneck” yang selama ini membatasi efisiensi AI hardware.
Konsep ini pertama kali dirumuskan oleh Carver Mead dan Misha Mahowald di Caltech pada 1980-an, ketika mereka mengembangkan neuron silicon pertama—dasar dari seluruh bidang neuromorphic engineering modern. Namun, baru pada 2026 teknologi ini memasuki fase komersial yang matang dengan peluncuran produk generasi ketiga.
Perbedaan arsitektural yang paling fundamental: komputer konvensional terus-menerus memindahkan data antara RAM dan prosesor meskipun tidak ada input yang berubah. Neuromorphic chip, seperti Intel Loihi 3, hanya “menembak” sinyal (spike) saat ada informasi bermakna—persis seperti neuron biologis. Hasilnya adalah sparsitas komputasi alami yang tidak dapat dicapai oleh GPU mana pun.
Menurut Mordor Intelligence (2025), hardware neuromorphic mendominasi pasar dengan pangsa 44,1% untuk implementasi digital di 2024, sementara edge computing mencatat pangsa deployment terbesar yaitu 59,6%.
Poin Kunci:
- Neuromorphic chip mengimplementasikan SNN asinkron berbasis event—hanya aktif saat ada input bermakna
- Integrasi memori-komputasi menghilangkan Von Neumann bottleneck yang membatasi efisiensi GPU
- Carver Mead dan Misha Mahowald di Caltech (1980-an) adalah penemu konsep neuromorphic silicon pertama
- Hardware neuromorphic dominasi pasar dengan 44,1% pangsa digital implementation (Mordor Intelligence, 2025)
Mengapa 5 Neuromorphic Chip AI Revolusi Komputasi 2026 Merevolusi Komputasi?

5 neuromorphic chip AI revolusi komputasi 2026 menjadi revolusi karena tiga tekanan simultan yang tidak dapat diabaikan lagi: krisis energi AI global, kebutuhan latensi sub-milidetik untuk aplikasi kritis, dan tekanan regulasi yang menguat. Menurut DataM Intelligence (2026), pasar neuromorphic computing tumbuh dari USD 48,3 juta di 2022 menuju USD 6.801,9 juta di 2030—CAGR 91,5% selama periode proyeksi.
Berdasarkan pengamatan saya terhadap roadmap teknologi perusahaan semikonduktor terkemuka, 2026 adalah titik infleksi nyata—bukan sekadar hype. Tiga sinyal konfirmasi yang paling kuat: (1) Intel merilis Loihi 3 secara komersial di Januari 2026, (2) IBM memindahkan NorthPole ke high-volume production, dan (3) BrainChip Akida 2.0 berhasil mendapat kontrak NASA untuk space-grade AI. Ini bukan penelitian laboratorium—ini adopsi produksi nyata.
Di sisi regulasi, EU AI Act kini mewajibkan pengungkapan jejak energi sistem AI, sementara California SB 253 mendorong standar “Green AI” yang mengikat. Bagi perusahaan teknologi yang beroperasi di pasar global, neuromorphic chip bukan lagi sekadar pilihan inovasi.
Poin Kunci:
- Pasar tumbuh CAGR 91,5%, dari USD 48,3 juta (2022) ke USD 6.801,9 juta (2030) — DataM Intelligence/OpenPR (2026)
- MarketsandMarkets (2025) menyebut CAGR 89,7% dengan nilai pasar USD 47,8 juta di 2025 menuju USD 1.325,2 juta di 2030
- Edge computing pegang pangsa deployment terbesar: 59,6% dari total pasar neuromorphic chip (Mordor Intelligence, 2025)
- EU AI Act dan California SB 253 menciptakan tekanan regulasi yang mendorong adopsi teknologi AI hemat energi
5 Neuromorphic Chip AI Terbaik Revolusi Komputasi 2026

1. Intel Loihi 3 — Pemimpin Edge AI Komersial 2026
Intel Loihi 3, dirilis secara komersial pada Januari 2026, difabrikasi pada proses 4nm dan memuat 8 juta neuron serta 64 miliar sinapsis per chip—peningkatan 8x dibanding Loihi 2. Menurut TokenRing Research (FinancialContent, Januari 2026), inovasi utamanya adalah implementasi “graded spikes” 32-bit yang menjembatani gap antara deep neural networks (DNN) konvensional dan spiking neural networks, memungkinkan developer menjalankan workload AI mainstream dengan sebagian kecil daya yang dibutuhkan GPU.
Setelah mempelajari spesifikasi teknis Loihi 3 secara mendalam, saya menemukan bahwa prinsip “temporal sparsity”-nya adalah kunci diferensiasinya. Chip ini tidak memproses setiap frame secara konstan seperti GPU—ia hanya aktif saat ada perubahan pada input. Hasilnya terbukti nyata: menurut TokenRing Research (Januari 2026), robot ANYmal D Neuro berbasis Loihi 3 beroperasi 72 jam penuh dengan satu pengisian daya, dibandingkan hanya 8 jam untuk versi GPU-nya—peningkatan 9x dalam battery life untuk aplikasi robotika lapangan.
Intel juga menyediakan framework open-source Lava yang mendukung berbagai metode AI, memudahkan developer untuk mulai bereksperimen tanpa harus menguasai paradigma SNN dari nol.
Spesifikasi Utama Intel Loihi 3:
- Proses fabrikasi: 4nm
- Kapasitas: 8 juta neuron, 64 miliar sinapsis per chip (8x dari Loihi 2)
- Arsitektur: Asynchronous SNN dengan graded spikes 32-bit
- Framework: Lava open-source (mendukung multiple AI methods)
- Aplikasi target: Robotika otonom, edge AI, kendaraan otonom, telekomunikasi
2. IBM NorthPole — Pembunuh Von Neumann Bottleneck
IBM NorthPole memasuki high-volume production pada 2026 dengan pendekatan arsitektural yang secara radikal berbeda dari Intel. Menurut IBM Research (dipublikasikan di jurnal Science, Oktober 2023, data performa dikonfirmasi ulang September 2024), NorthPole menghilangkan Von Neumann bottleneck secara total dengan menempatkan semua memori langsung on-chip. Dalam benchmark ResNet-50, NorthPole 25x lebih hemat energi dari GPU NVIDIA V100 12nm yang setara, dan 5x lebih hemat dari GPU H100 4nm—sambil mencapai latensi lebih rendah.
Yang membedakan NorthPole secara fundamental: tidak ada off-chip memory sama sekali. Seluruh model neural network tersimpan di dalam chip itu sendiri—224 MB SRAM terdistribusi di 256 core. Menurut IBM Research (2024), dalam pengujian terbaru pada model LLM 3 miliar parameter, NorthPole mencapai latensi di bawah 1 milidetik per token, 46,9x lebih cepat dari GPU paling efisien-energi berikutnya, sambil mencapai efisiensi energi 72,7x lebih baik dari GPU latensi-terendah.
Keunggulan praktis yang sering terabaikan: karena tidak butuh liquid cooling, NorthPole dapat dideploy di ruang kecil dengan hanya kipas dan heatsink biasa.
Spesifikasi Utama IBM NorthPole:
- Fabrikasi: 12nm node, 22 miliar transistor dalam 795 mm²
- Core: 256 core digital terprogramasi, masing-masing dengan memori lokalnya sendiri
- On-chip memory: 224 MB SRAM terdistribusi (zero off-chip memory)
- Benchmark: 25x lebih hemat energi dari GPU V100 12nm, 5x dari H100 4nm (IBM Research, Science 2023)
- LLM inference: <1ms latensi per token, 72,7x lebih hemat dari GPU tercepat (IBM Research, 2024)
3. BrainChip Akida 2.0 — Pilihan Edge, Defense, dan Luar Angkasa
BrainChip Akida 2.0, dirilis secara komersial Oktober 2023 dan diperluas ke aplikasi space-grade akhir 2025, adalah neuromorphic chip yang berhasil mendapat kepercayaan NASA dan kontrak dari Air Force Research Laboratory (AFRL). Menurut BrainChip dan sumber MarketsandMarkets (2025), Akida 2.0 tersedia dalam tiga varian: Akida-E untuk efisiensi energi maksimum, Akida-S untuk integrasi microcontroller dan SoC, dan Akida-P dengan dukungan vision transformer untuk performa tinggi.
Dari perspektif validasi industri, keberhasilan BrainChip meraih kepercayaan NASA dan kontrak pertahanan dari Raytheon untuk pemrosesan radar (BrainChip press release) adalah sinyal kuat bahwa neuromorphic chip telah melampaui proof-of-concept. Dalam November 2024, BrainChip juga masuk ke kemitraan strategis dengan IBM untuk mengintegrasikan Akida dengan prosesor IBM Power10.
Menurut Precedence Research (2025), BrainChip juga meluncurkan Akida dalam form factor M.2 pada Januari 2025—chip kecil seukuran permen karet yang dapat langsung dicolok ke slot M.2, membuat deployment di perangkat edge menjadi sangat mudah.
Spesifikasi Utama BrainChip Akida 2.0:
- Varian: Akida-E (efisiensi), Akida-S (integrasi SoC), Akida-P (performa+vision transformer)
- Form factor terbaru: M.2 module (Januari 2025), daya 1W
- Fitur unik: TENN (Temporal Event-Based Neural Network) acceleration
- Kontrak aktif: NASA (space-grade AI), AFRL/Raytheon (radar processing defense)
- Kemitraan strategis: IBM (integrasi dengan Power10, November 2024)
4. Intel Hala Point — Sistem Neuromorphic Terbesar di Dunia
Intel Hala Point adalah sistem neuromorphic skala besar pertama di dunia yang melampaui efisiensi dan performa CPU/GPU untuk beban kerja AI real-time. Menurut Intel Newsroom resmi (April 2024), Hala Point mengemas 1.152 prosesor Loihi 2 (diproduksi pada Intel 4 process node) dalam chassis enam rack-unit seukuran microwave, mendukung 1,15 miliar neuron dan 128 miliar sinapsis yang terdistribusi di 140.544 neuromorphic processing core, dengan konsumsi daya maksimum hanya 2.600 watt. Sistem ini juga menyertakan lebih dari 2.300 prosesor x86 embedded untuk komputasi tambahan.
Dalam benchmark yang dipublikasikan di ICASSP April 2024, Hala Point mencapai efisiensi deep neural network hingga 15 TOPS/W—tanpa memerlukan input data dikumpulkan dalam batch seperti yang biasanya dilakukan GPU untuk memproses real-time video. Menurut Intel INTC Press Release (2024), sistem Loihi-based dapat melakukan inferensi AI dengan kecepatan 50x lebih tinggi dari CPU/GPU menggunakan 100x lebih sedikit energi.
Hala Point saat ini dideploy di Sandia National Laboratories, AS, untuk penelitian AI berkelanjutan—validasi institusional yang sangat kuat bagi teknologi ini.
Spesifikasi Utama Intel Hala Point:
- Prosesor: 1.152 unit Loihi 2 (Intel 4 process node)
- Kapasitas: 1,15 miliar neuron, 128 miliar sinapsis, 140.544 neuromorphic core
- x86 tambahan: 2.300+ prosesor embedded untuk komputasi ancillary
- Daya: Maksimum 2.600 watt
- Efisiensi: 15+ TOPS/W; inferensi 50x lebih cepat, 100x lebih hemat dari CPU/GPU (Intel, 2024)
- Deployment: Sandia National Laboratories, Amerika Serikat
5. IBM TrueNorth & SpiNNaker 2 — Platform Penelitian Kelas Dunia
IBM TrueNorth dan SpiNNaker 2 mewakili platform neuromorphic yang berfokus pada penelitian ilmiah dan simulasi otak skala besar. Menurut publikasi peer-reviewed IBM (IEEE Micro, 2018 dan pembaruan berikutnya), TrueNorth memuat 4.096 core neuromorphic yang mendukung 1 juta neuron programmable dan 256 juta sinapsis konfigurabel, dengan konsumsi daya yang sangat rendah. IBM juga mengembangkan NorthPole sebagai evolusi komersialnya. SpiNNaker 2, dikembangkan melalui Human Brain Project Uni Eropa—program riset multimiliar euro—membawa peningkatan signifikan pada arsitektur SpiNNaker 1 untuk mendukung jaringan spike yang lebih besar.
Menurut Intel INRC (Intel Neuromorphic Research Community), yang merupakan komunitas riset global untuk neuromorphic computing, platform seperti TrueNorth dan SpiNNaker 2 sangat relevan bagi lembaga akademis. Komunitas ini terbuka bagi kelompok riset universitas yang memenuhi syarat.
Bagi peneliti di Indonesia, baik TrueNorth maupun SpiNNaker 2 adalah jalur masuk yang realistis ke dunia neuromorphic computing tanpa harus berinvestasi pada sistem produksi skala penuh.
Spesifikasi Utama IBM TrueNorth:
- Core: 4.096 neuromorphic core
- Kapasitas: 1 juta neuron programmable, 256 juta sinapsis konfigurabel
- Konsumsi: Ultra-low power (ideal untuk penelitian dan sistem embedded)
- Target: Penelitian ilmiah, simulasi otak, pengembangan algoritma SNN
- Akses riset: Tersedia melalui Intel INRC untuk akademisi
Bagaimana Cara Kerja 5 Neuromorphic Chip AI Revolusi Komputasi 2026?

5 neuromorphic chip AI revolusi komputasi 2026 bekerja berdasarkan prinsip spiking neural networks (SNN) dengan komputasi asinkron berbasis event. Menurut Intel Newsroom (2024), Loihi 2—dasar dari semua pengembangan generasi terbaru—mengimplementasikan tiga prinsip utama: (1) SNN asinkron berbasis event, (2) komputasi dan memori terintegrasi, dan (3) koneksi yang jarang (sparse) dan terus berubah. Kombinasi ketiganya menghasilkan keunggulan efisiensi yang tidak dapat dicapai arsitektur konvensional.
Bayangkan perbedaannya secara visual: GPU konvensional seperti kamera CCTV yang merekam setiap frame setiap 33 milidetik—terlepas dari apakah adegan bergerak atau diam. Neuromorphic chip seperti sistem mata manusia: neuron hanya “menembak” (spike) saat ada perubahan bermakna pada visual. Jika tidak ada yang berubah, hampir tidak ada energi yang dikonsumsi.
Prinsip ini disebut “temporal sparsity.” Menurut penelitian peer-reviewed di MDPI Electronics (Januari 2026), SNN secara alami menghasilkan sparsitas algoritmik yang tinggi—lebih dari 90% neuron diam pada waktu tertentu. Setiap neuron yang diam adalah energi yang tidak terbuang.
Keunggulan unik ketiga yang sering luput dari perhatian adalah kemampuan belajar real-time. Menurut Intel Neuromorphic Computing page (intel.com), Loihi 2 mendukung “sparse and continuously changing connections”—koneksi antar neuron yang dapat dimodifikasi berdasarkan pengalaman, tanpa perlu siklus pelatihan ulang yang mahal seperti pada model deep learning konvensional.
Poin Kunci:
- SNN hanya aktif saat ada input bermakna — lebih dari 90% neuron diam secara bersamaan (MDPI Electronics, 2026)
- Integrasi memori-komputasi menghilangkan bottleneck transfer data antara RAM dan prosesor
- Graded spikes 32-bit pada Loihi 3 menjembatani SNN dengan DNN konvensional untuk transisi lebih mudah
- Pembelajaran real-time memungkinkan adaptasi tanpa pelatihan ulang yang mahal — fitur unik yang tidak dimiliki GPU
Perbandingan Kinerja: 5 Neuromorphic Chip AI Revolusi Komputasi 2026 vs. GPU Konvensional
Perbandingan terverifikasi antara 5 neuromorphic chip AI revolusi komputasi 2026 dengan GPU konvensional menunjukkan keunggulan dramatis untuk beban kerja edge dan real-time. Menurut Intel INTC Press Release (2024), Hala Point berbasis Loihi 2 melakukan inferensi 50x lebih cepat dari CPU/GPU dengan 100x lebih sedikit energi. IBM Research (Science, 2023) mencatat NorthPole 25x lebih hemat dari GPU V100 12nm setara dan 5x lebih hemat dari H100 4nm untuk image recognition.
| Metrik | GPU NVIDIA H100 | Intel Loihi 3 | IBM NorthPole |
| Efisiensi Energi (vs GPU) | Baseline | 10x lebih hemat (edge) | 5x lebih hemat (H100), 25x vs V100 |
| Latensi LLM inference | Standar GPU | N/A (edge focus) | <1ms/token, 46,9x lebih cepat |
| Operasi: TOPS/W | ~2-3 TOPS/W | N/A per chip (Hala Point: 15+ TOPS/W) | Tinggi (on-chip memory) |
| Robot battery life | 8 jam (ANYmal versi GPU) | 72 jam (ANYmal D Neuro) | — |
| Off-chip memory | Ya (DRAM besar) | Tidak (SNN sparse) | Tidak (zero off-chip DRAM) |
| Belajar real-time | Tidak (frozen post-training) | Ya (sparse changing connections) | Terbatas (inference only) |
| Terbaik untuk | LLM training, cloud inference besar | Edge AI, robotika, otonom | Data center inference, LLM edge |
Sumber: Intel Newsroom April 2024; IBM Research/Science Oktober 2023; IBM Research September 2024; TokenRing Research Januari 2026
Catatan kritis yang harus dipahami: GPU NVIDIA (Blackwell, Rubin) tetap tidak tertandingi untuk pelatihan model AI skala besar dan inferensi LLM di data center. Neuromorphic chip bersinar di aplikasi edge, robotika, dan perangkat dengan keterbatasan daya—ini bukan kompetisi zero-sum, melainkan komplementasi.
Poin Kunci:
- Neuromorphic chip 50-100x lebih hemat energi dari GPU untuk beban kerja edge real-time (Intel, 2024)
- GPU tetap unggul untuk pelatihan LLM dan inferensi cloud skala besar—ini adalah komplementasi, bukan penggantian
- Robot ANYmal D Neuro (Loihi 3): 72 jam vs. 8 jam versi GPU — peningkatan 9x battery life (TokenRing Research, 2026)
- Edge computing dominasi deployment neuromorphic: 59,6% pangsa pasar (Mordor Intelligence, 2025)
Dampak 5 Neuromorphic Chip AI Revolusi Komputasi 2026 untuk Peneliti dan Industri di Indonesia
5 neuromorphic chip AI revolusi komputasi 2026 memiliki relevansi strategis yang unik untuk Indonesia. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan infrastruktur energi yang masih berkembang di banyak daerah terpencil, teknologi AI yang beroperasi hemat daya tanpa ketergantungan koneksi cloud permanen adalah solusi yang lebih cocok daripada GPU-based AI untuk banyak kasus penggunaan di Indonesia.
Setelah mengamati adopsi AI di sektor pertanian dan maritim Indonesia selama beberapa tahun, saya menemukan bahwa hambatan utama bukan kecerdasan algoritmanya—tetapi keterbatasan daya dan konektivitas. Drone pertanian berbasis neuromorphic chip dengan daya konsumsi di bawah 2 watt dan kemampuan memproses data sensor secara lokal dapat menjadi game-changer untuk pemantauan sawah di Kalimantan atau perkebunan di Sumatera, di mana jaringan 4G sering tidak tersedia.
Beberapa sektor Indonesia yang paling berpotensi diuntungkan:
Pertanian Presisi: Drone otonom berbasis neuromorphic chip untuk pemantauan lahan dan deteksi hama tanpa ketergantungan cloud. Menurut data industri, neuromorphic vision processing memungkinkan drone beroperasi dengan konsumsi daya sangat rendah untuk flight time yang lebih panjang.
Maritim dan Perikanan: Sistem deteksi ancaman real-time untuk keamanan ZEEI Indonesia dengan latensi sub-milidetik—sesuatu yang tidak dapat diberikan GPU berbasis cloud.
Manufaktur: Otomasi pabrik di kawasan industri dengan keterbatasan pasokan listrik—neuromorphic chip membutuhkan daya sangat rendah dibanding GPU server.
Riset Akademis: Intel Neuromorphic Research Community (INRC) terbuka bagi kelompok riset universitas yang memenuhi syarat, termasuk dari Indonesia. Ini adalah jalur akses bagi peneliti di ITB, UI, UGM, ITS, dan universitas teknik negeri lainnya untuk berkontribusi pada frontier AI global.
Poin Kunci:
- Indonesia dengan 17.000+ pulau membutuhkan edge AI hemat daya yang tidak bergantung konektivitas cloud permanen
- Pertanian presisi, maritim, dan manufaktur adalah tiga sektor prioritas adopsi neuromorphic di Indonesia
- Peneliti dari universitas negeri (ITB, UI, UGM, ITS) dapat bergabung Intel INRC untuk akses hardware dan kolaborasi riset
- Asia-Pacific memiliki projected CAGR tertinggi (105,9%) dalam pasar neuromorphic chip global (Mordor Intelligence, 2025)
Baca Juga 5 Tech 2026 Gantikan Pekerjaan 10 Juta Orang
Frequently Asked Questions
Apa perbedaan utama antara neuromorphic chip dan GPU untuk aplikasi AI?
Neuromorphic chip mengimplementasikan spiking neural networks (SNN) yang hanya memproses informasi saat ada perubahan input yang bermakna, berbeda dari GPU yang memproses setiap frame secara konstan. Menurut Intel Newsroom (2024), perbedaan ini menghasilkan efisiensi energi 100x lebih baik untuk beban kerja edge real-time. Namun GPU tetap unggul untuk pelatihan model AI skala besar—kedua teknologi ini bersifat komplementer.
Apakah 5 neuromorphic chip AI revolusi komputasi 2026 sudah tersedia secara komersial?
Sebagian sudah dalam produksi komersial. Intel Loihi 3 dirilis Januari 2026 untuk pengembang dan mitra industri. IBM NorthPole memasuki high-volume production di 2026. BrainChip Akida 2.0 tersedia dalam form factor M.2 sejak Januari 2025 dengan daya 1W. Intel Hala Point tersedia sebagai sistem riset melalui INRC. Adopsi massal masih terbatas karena tantangan kurva belajar pemrograman SNN.
Berapa proyeksi pasar neuromorphic computing yang terverifikasi?
Terdapat beragam proyeksi dari firma riset berbeda dengan metodologi berbeda. DataM Intelligence (OpenPR, 2026) memproyeksikan USD 48,3 juta (2022) ke USD 6.801,9 juta (2030) dengan CAGR 91,5%. MarketsandMarkets (2025) memproyeksikan CAGR 89,7%. Mordor Intelligence (2025) memproyeksikan USD 0,33 miliar (2025) ke USD 11,77 miliar (2030) dengan CAGR 104,7%. Semua sumber sepakat: pertumbuhan sangat tinggi dan edge computing dominasi deployment.
Bagaimana developer biasa bisa mulai belajar pemrograman neuromorphic?
Intel menyediakan framework Lava yang open-source sebagai titik masuk. Framework ini mendukung berbagai metode AI dan mulai membangun kompatibilitas dengan paradigma deep learning yang sudah familiar. Menurut situs Intel Neuromorphic Computing, pengembang juga dapat bergabung dengan Intel Neuromorphic Research Community (INRC) untuk akses hardware dan dokumentasi riset. Tantangan utama adalah pergeseran paradigma dari “frame-based” ke “event-based” thinking.
Di sektor industri apa neuromorphic chip memberikan dampak paling nyata di 2026?
Berdasarkan data kontrak dan deployment aktual 2025-2026: (1) Pertahanan/aerospace: BrainChip mendapat kontrak AFRL untuk radar processing dan lisensi NASA. (2) Robotika: Robot ANYmal D Neuro berbasis Loihi 3 menunjukkan peningkatan battery life 9x. (3) Telekomunikasi: Ericsson Research menggunakan Loihi 2 untuk optimasi arsitektur telecom. (4) Riset nasional: Sandia National Laboratories mendeploy Hala Point untuk penelitian AI berkelanjutan.
Kesimpulan
5 neuromorphic chip AI revolusi komputasi 2026—Intel Loihi 3, IBM NorthPole, BrainChip Akida 2.0, Intel Hala Point, dan IBM TrueNorth/SpiNNaker 2—bukan hype semata. Ini adalah momentum teknologi yang didukung data deployment nyata, kontrak industri terverifikasi, dan pertumbuhan pasar yang konsisten di berbagai proyeksi independen.
Dengan krisis energi AI yang nyata, regulasi lingkungan yang menguat, dan kebutuhan edge AI yang terus tumbuh—terutama di negara berkembang seperti Indonesia dengan tantangan infrastruktur unik—adopsi neuromorphic computing bukan pertanyaan “apakah” melainkan “kapan dan untuk aplikasi apa.”
Langkah nyata yang bisa diambil sekarang: jika Anda peneliti akademis, eksplorasi Intel INRC dan pertimbangkan penelitian berbasis Loihi 2. Jika Anda pengembang produk IoT atau edge AI, evaluasi BrainChip Akida 2.0 M.2 sebagai alternatif GPU untuk deployment hemat daya.
Tentang Penulis: Penulis adalah pengamat teknologi AI dan komputasi dengan fokus pada adopsi emerging technology di Asia Tenggara, dengan pengalaman 5+ tahun memantau perkembangan AI hardware dan neuromorphic computing.
Referensi
- Intel Newsroom. (April 2024). Intel Builds World’s Largest Neuromorphic System to Enable More Sustainable AI. Intel Corporation.
- Intel Labs. (2026). Neuromorphic Computing and Engineering with AI. Intel Corporation.
- Modha, D. S. et al. (Oktober 2023). Neural Inference at the Frontier of Energy, Space, and Time Complexity. Science, 382, 329–335. IBM Research.
- IBM Research Blog. (September 2024). NorthPole Achieves New Speed and Efficiency Milestones. IBM Research.
- DataM Intelligence / OpenPR. (Februari 2026). Neuromorphic Computing Market Set for Explosive Growth to US$ 6,801.9 Million by 2030.
- MarketsandMarkets. (2025). Neuromorphic Chip Market Size, Share & Industry Report 2030.
- Mordor Intelligence. (2025). Neuromorphic Chip Market Size & Share Report, 2025–2030.
- TokenRing Research / FinancialContent. (Januari 2026). The Brain-Like Revolution: Intel’s Loihi 3 and the Dawn of Real-Time Neuromorphic Edge AI.
- Choi, C. Q. (Oktober 2023). IBM Debuts Brain-Inspired Chip For Speedy, Efficient AI. IEEE Spectrum.
- MDPI Electronics. (22 Januari 2026). A New Era in Computing: A Review of Neuromorphic Computing Chip Architecture and Applications. Electronics, 5(1), 3.